2011

December 26th, 2011 § Leave a Comment

Bisa dibilang 2 tahun terakhir adalah tahun berjayanya social media, twitter terutama. Gw secara sengaja (bc: malas) untuk menambah pengetahuan, melihat sudut pandang orang atau gosip2 gak lagi dari buku, majalah (sejak harga dan isi gak sepadan), koran ataupun tivi. Dari gw mau siap2 tidur sampai meskipun mata masih berat untuk minta dibuka, tangan gw udah cantik cari2 hape hanya sekadar apakah ada offline message, twit yang dimention ataupun gak n cari tau berita dari aplikasi. Nowdays, dari twitter aja udah cukup. Sebagai penduduk Jakarta, gw follow @infoll, @detiknews dan @radityadika :) ).

Kalau lagi ada sesuatu yang booming atau jadi trending topic, tinggal follow aja sumbernya, kalau udahan yang unfollow :P . Dari masalah sepele kyk antrian @maicih sampai masalah @GKIYasmin yang belum beres sampai sekarang. Untuk masalah kayak bom di utan kayu kemarin atau pendapat soal agama atau politik, gw memilih follow @ulil, @GunturRomli, @kopiganja. Pada dasarnya gw punya pendapat sendiri tapi gw suka liat pertimbangan orang lain, meski pada akhirnya tidak mempengaruhi opini pribadi.

Kalau soal korea, pastinya gw follow @budionodarsono, pendiri detik[dot]com. Itu si bapak suka banget ma SNSD, terutama Sunny.
Gw yakin kalau koneksi nirkabel ini gak nirkabel lagi, dipastikan bandara tutup semua. Macet.

Udah gitu, tahun ini gw berhasil meyakinkan diri gw untuk melakukan hal yang cukup sensitif. Yaitu, memberi selamat kepada beberapa teman gw yang berbeda keyakinan. Setiap tahun gw selalu diselimuti rasa gak pede akan minimnya pengetahuan gw akan agama. Bukan berarti sekarang gw expert. Ini semua personal opinion, kalau gak sesuju, maaf ya.
Alasan gw memberi selamat adalah semata-mata toleransi, sosial, pertemanan, kemanusiaan atau apalah sebutannya. Iya gw tau, banyak yang bilang kalau kasih selamat, dianggap ikut merayakan, yang pada kenyataannya tidak. Setelah tiga hari berpikir, akhirnya gw putuskan untuk mengindahkan alasan itu. Ketika kasih selamat ke seseorang yang berulang tahun, kita turut senang dan bersyukur walaupun umur bertambah tapi dia masih hidup dan bisa merayakan. Tapi, apakah kita diajak makan2. Ketika seseorang menikah, kita turut senang, akhirnya saingan berkurang satu untuk mencari calon :) ). Tapi apakah kita diajak threesome *mulaiBB+17.

Alasan gw adalah setiap orang yang mempunyai keyakinan, gw yakin keyakinannya mengajarkan perdamaian, kebaikan. Ilmu KeTuhanan gw masih terlampau amat sangat dangkal, cuma yang gw tahu, gw gak pernah diajarin atau menerima kalimat kalau kita harus memusuhi orang2 yang berbeda keyakinan. Yang gw tahu kalau ada orang yang kita bisa bantu, Nabi Muhammad SAW bilang kalau orang terdekat dulu (tetangga), gak ada tuh ditulis kalau tetangga muslim. Kalau ada yang memberi salam, siapapun itu, wajib hukumnya untuk membalas.

Alasan gw adalah beberapa teman non-muslim gw selalu ngucapin Lebaran. Ketika gw nerima ucapan itu, gw merasa senang. Jadi menurut gw gak salah kalau kita juga buat teman kita itu senang.

Alasan gw adalah hanya memberi ucapan. Niatan dalam hati pun tidak untuk ikut merayakan, tapi lebih ikut senang bahwa mereka bisa merayakan bersama keluarga.

Bukannya gw menutup mata sama hadist2, pendapat2 ulama, dsb. Ini lebih ke nilai yang gw anggap lebih penting.

Thats it for today.

Happy HOLIday!!!

Advertisement

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading 2011 at howaboutme's Blog.

meta

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.